BWF Panik, Tiga Turnamen Besar Terancam Dibatalkan

0
41
BWF Panik, Tiga Turnamen Besar Terancam Dibatalkan

BWFPLAY, BERITA BULUTANGKIS – Sisa musim World Tour Federasi Badminton Dunia (BWF) berada dalam bahaya dengan setidaknya tiga turnamen penting akan dibatalkan, bahkan sebelum dimulainya musim baru pada bulan September.

Ini terjadi setelah pengumuman pemerintah China bahwa mereka membatalkan semua acara olahraga internasional untuk sisa tahun ini, dengan dispensasi khusus yang diberikan hanya untuk uji coba Olimpiade Musim Dingin Beijing 2020.

BWF Panik, Tiga Turnamen Besar Terancam Dibatalkan

Jika ini terjadi, itu akan mempengaruhi tiga turnamen World Tour di negara itu yakni China Open di Changzhou mulai 15-20 September, Fuzhou China Open (3-8 November) dan World Tour Finals di Guangzhou (16-20 Desember).

Tidak adanya turnamen ini akan mengguncang badan dunia dengan keras karena mereka menjadi bagian utama dari jadwal dan menawarkan uang hadiah yang menguntungkan antara US $ 750 ribu atau berkisar 11 miliar rupiah hingga US $ 1.5 juta atau berkisar 22 miliar rupiah.

Namun, BWF belum akan mengeluarkan ketiga turnamen ini dari kalender baru yang diperbaharui.

Sementara itu, sekretaris Badminton Asosiasi Malaysia (BAM) Datuk Kenny Goh menggambarkan bahwa pernyataan itu sebagai sebuah lelucon.

Dia mengatakan badan dunia setidaknya harus segera mengambil sikap pada pementasan World Tour Finals, yang merupakan turnamen besar.

Karena kalender yang dirubah diresmikan pada 22 Mei, jadwal tersebut telah dihantam oleh serangkaian pembatalan yang mencakup Hyderabad Open dan Lingshui China Masters yang dijadwalkan pada bulan Agustus.

Turnamen ini seharusnya memulai musim yang ditangguhkan setelah All England pada 15 Maret karena pandemi Covid-19.

Dan ada lagi berita buruk yang akan datang untuk BWF. BAM telah mengisyaratkan mereka bisa membatalkan Malaysia Open, yang dijadwalkan 24-29 November, karena tidak “layak secara finansial” untuk menahannya.

Turnamen lain, Indonesian Open (17-22 November), akan sangat tergantung pada bagaimana situasi di negara ini dengan pandemi Covid-19.

Tiga minggu lalu, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah diberitahu oleh pemerintah bahwa turnamen ini hanya akan diizinkan untuk dilanjutkan jika Jakarta dinyatakan sebagai zona hijau. Saat ini, ibukota Jakarta berada dalam zona merah Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here